Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Cinta Pekerjaan, Resep Yanti Rukmana yang Sukses Berbisnis Mebel dan Mulai Merambah Kuliner

Ny Yanti Rukmana (47). Pengusaha yang juga ibu dua anak ini adalah pemilik perusahaan mebel CV Yudhistira dan Resto Niagara Sushi. FOTO : Dokumentasi Pribadi

MEBEL berbahan dasar kayu seperti meja-kursi dan aneka furniture dari CV Yudhistira di Bangak, Boyolali, Jateng, telah merambah ke luar negeri.

Adapun CV Yudhistira tersebut sejak lama dimiliki Ny Yanti Rukmana (47), pengusaha yang juga ibu dua anak dan aktif berbagai organisasi.

Belakangan, wanita kelahiran Sukoharjo, Jateng, 8 Maret 1972, ini pun merambah bisnis kuliner melalui restoran khusus masakan Jepang.

Resto yang dia beri nama Niagara Sushi ini berada di Solo Paragon Mal, di Jalan Yosodipuro No 133, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jateng.

Restoran masakan Jepang bernama Niagara Sushi, di Solo Paragon Mall, milik Yanti Rukmana. FOTO : Junianto Setyadi

Dalam bisnis mebel, Yanti melebarkan sayap ekspor mebel produksinya hingga ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS).

Jika ramai pemesanan, satu truk kontainer berisi mebel bernilai puluhan ribu Dollar AS atau miliaran rupiah, bisa dikirim perusahaan Yanti ke AS.

Menurut Yanti, bisnisnya tak instan melainkan dirintis sejak lama, bahkan tanpa campur tangan dua orang tua dan keluarga.

“Alias modal dari nol,” katanya saat ditemui Cantieq.com, Senin (29/7/2019) sore.

Dia bercerita, usaha mebelnya tersebut dimulai  sekitar tahun 1996, selang beberapa bulan setelah ia menamatkan kuliah jurusan Perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Solo.

Gara-gara Fasih Berbahasa Inggris

Yanti yang fasih berbahasa Inggris,  punya teman-teman dari luar negeri.

Kemampuannya tersebut pun mengenalkannya kepada seorang bule asal AS.

“Di situlah kami bicara (tentang usaha), lalu dia menawarkan untuk bisnis mebel,” ujar Yanti, yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Seketika, dirinya menyatakan bersedia berbisnis mebel dengan modal pinjaman dari kenalanan bulenya itu.

“Berbekal modal dari dia, saya belajar desain, cari bahan kayu, dan mengerjakan furniture bersama karyawan,” imbuhnya.

“Semuanya berkat saya mahir Bahasa Inggris, jadi saya bersyukur, keahlian, pelajaran di sekolah dan kuliah sangat berguna,” kata alumnus SD Kedunglumbu 128 Solo, SMP Kanisius 2 Solo, SMA Kanisius Petang Solo, dan STP Sahid Solo ini.

Sejak awal, hasil karya perusahannya berupa meja dan kursi telah diekspor ke Amerika Serikat, antara lain berkat jaringan teman yang dimiliki Yanti.

Kegiatan ekspor terus berlanjut, bahkan membesar.

Tahun 2000-an ia memiliki sekitar 600 karyawan yang bekerja di pabriknya di Bangak, Boyolali.

Namun karena krisis melanda dunia termasuk AS, kegiatan ekspornya sempat terganggu.

Hampir separuh dari total karyawannya ia PHK, saat itu.

“Sekitar 2008 itu jumlah karyawan hanya tinggal separuhnya, jadi 250 orang, dan bertahan sampai sekarang,” ungkap ibu dua anak ini.

Kini binis Yanti stabil, dan membesar.

Selain rutin melakukan ekspor ke AS, Yanti juga sudah membuka kantor cabang di AS dan Australia.

Yanti mengenang, krisis moniter yang melanda pada 2008 sempat membuat usahanya ambruk.

Tetapi Yanti tetap bersemangat meneruskan usahanya karena dasar cinta.

Lalu ia juga mengedepankan kejujuran, loyalitas, dan disiplin kepada seluruh karyawannya sebagai upaya meningkatkan kinerja dan usaha.

“Saya pegang soal prinsip cintai pekerjaan, kalau nggak cinta maka nggak akan tulus bekerja,” paparnya.

“Saya juga harus kreatif membuat terobosan usaha,” kata Yanti menambahkan.

Berbisnis Sushi

Meski bisnis mebelnya terbilang sukses, Yanti tak puas hanya berhenti di sana.

Yanti pun berbisnis kuliner, dan mendirikan restoran masakan Jepang bernama Niagara Sushi, di Solo Paragon Mall.

Menu kuliner khas Negeri Samurai di restoran itu, antara lain, sushi, ramen, dan udon.

Yanti menyebut bisnis kuliner masakan Jepang yang ia dirikan ini merupakan penyalur hobi memasaknya.

Tak tanggung-tanggung,  Yanti pernah mengikuti kursus memasak sushi di Jepang selama berbulan-bulan.

Ia juga sempat ke Italia cukup lama untuk belajar memasak Italian Food dan wine.

“Intinya bisnis kuliner ini jadi penyalur kesukaan aja ya, usaha utama tetap di mebel,” katanya menegaskan.

“Ke depan, dibawa mengalir saja, yang jelas saya ingin berkarya, meneruskan usaha saya,” ucap Yanti.

Aktif Berorganisasi

Selain berbisnis, Yanti pun dikenal aktif berorganisasi.

Yanti, antara lain, pernah menjadi Ketua Komda Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Mebel (Asmindo) Solo Raya.

Ia melanjutkan jabatan yang ditinggalkan Joko Widodo (Jokowi), pengusaha mebel yang kemudian menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI.

Saat masa pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Yanti pun mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Komunitas Srikandi Indonesia (KSI) dengan menjadi Ketua Umum KSI Solo.

Yanti aktif pula berkegiatan di kelompok sosial Lions Club Solo Putri.

Ia juga anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo.

“Menurut saya mengikuti berbagai organisasi itu penting, terutama untuk kepentingan bisnis,” kata wanita yang menjadi satu di antara sejumlah pendiri Sekolah Furniture di Kendal, Jateng, ini. (Junianto Setyadi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*