Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Hadiah Buat Anak, Ini Plus Minusnya

hadiah untuk anak
freepik.com

Hadiah tentu membuat seseorang merasa senang, gembira dan merasa dihargai. Apalagi bagi anak-anak, hadiah merupakan sesuatu yang menyenangkan.

Biasanya, ulang tahun menjadi moment yang tak dilupakan bagi orang tua untuk memberikan hadiah bagi anak-anaknya. Si Anak mendapat nilai bagus, terkadang dijadikan moment.

Tidak jarang, moment-moment kecil yang mestinya biasa-biasa saja, namun ada juga orang tua yang memberi hadiah untuk anak-anaknya.

Dalam hal tertentu, terkadang orang tua kebablasan. Terlalu over dalam memberi hadiah untuk anak. Memberikan hadiah buat anak tentu hal yang baik, namun ternyata ada tolak ukurnya, kapan saatnya memberikan hadiah.

Memberikan hadiah untuk anak memang ada aturannya, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi si anak sendiri. Hadiah memang bisa berdampak positif maupun negatif.

Manfaat Positif Hadiah

Positifnya, anak menjadi semangat belajar, mematuhi perintah orang tua, anak mau menjadi lebih baik dan lain-lain. Hadiah memang dapat membantu orangtua dalam memotivasi anaknya untuk melakukan sesuatu yang belum mereka capai.

Hadiah juga dapat membantu dalam mengubah perilaku anak ke arah yang lebih positif atau membentuk kebiasaan baik anak. Mulai dari hal kecil, seperti membereskan tempat tidur di pagi hari, mencuci piring setelah makan, selalu sikat gigi sebelum tidur, sampai pada prestasi anak di sekolah.

Hadiah, bagi anak tidak selalu diukur dari nilai ekonomisnya. Namun, bagaimana cara memberikan hadiah, kapan moment yang tepat untuk memberikan, hal itu juga berpengaruh pada kualitas hadiah itu sendiri.

Misalnya, memberikan makanan kesukaan anak, mengajaknya tamasya ke toko buku, ke taman bermain dan lain-lain. Bahkan, sebuah pelukan, ciuman, tos dan sebuah pujian ke anak juga merupakan bentuk hadiah pada anak.

Jadi sebenarnya, hadiah tidak harus berupa benda seperti yang selama ini banyak dibayangkan.

Di kalangan orang dewasa sering terdengar: berikanlah upah sebelum keringat kering. Ini bermakna bagi kita untuk memberikan penghargaan pada orang lain.

Begitu juga dalam hal pemberian hadiah, ada pepatah yang hampir mirip. Berikanlah hadiah sesegera mungkin setelah anak berhasil mencapai tujuannya.

Mengapa, karena biasanya Balita atau anak prasekolah tidak mengingat hadiah tersebut jika diberikan terlalu lama setelah perilaku. Akibatnya, hadiah tidak bekerja dengan baik dalam memotivasi anak.

Perlu diketahui, hadiah tak hanya sekadar benda untuk anak, tapi lebih dari itu. Ini merupakan sebuah bentuk penghargaan dari orangtua kepada anaknya.

Untuk itu, saat memberikan hadiah ke anak, kita perlu memberitahu anak tentang apa yang ia lakukan dan mengapa ia menerima hadiah ini.

Dengan demikian, anak tahu bahwa ia telah melakukan hal yang baik dan yang disukai. Hadiah juga dapat mengeratkan hubungan orangtua dengan anak.

Dampak Negatif Hadiah

Jika di depan sempat disingung mengenai aturan memberikan hadiah, ini yang menjadi problem. Terkadang, pemberian hadiah untuk memotivasi anak, tidak selamanya berhasil baik.

Yang terjadi boleh jadi sebaliknya. Anak justru bisa menjadi sangat tergantung pada hadiah. Bisa saja terjadi, anak hanya melakukan sesuatu karena pamrih mendapatkan hadiah.

Hadiah Buat Anak, Ini Plus Minusnya
Freepik.com

Akibatnya, kebiasaan baik hanya menjadi pepatah hangat-hangat tahi ayam. Anak mau melakukan hal baik hanya kalau ada hadiahnya. Di luar itu tak mau. Nah.

Hadiah, jika diberikan terlalu sering dan dengan cara yang kurang tepat, justru dapat membatasi perkembangan diri anak. Pasalnya, anak hanya terpaku pada hadiah saat berbuat baik.

Untuk itu, kita harus berhati-hati dalam memberikan hadiah, terutama hadiah dalam bentuk benda atau jalan-jalan.

Bukan hadiah yang bersifat kasih sayang, seperti ciuman dan pelukan, atau pujian. Hadiah dalam bentuk ini bisa kapan saja diberikan.

Memberikan hadiah ke anak memang memiliki banyak manfaat. Namun, pemberian hadiah terkadang tidak berjalan sesuai rencana kita. Agar  hadiah berfungsi dengan baik pada anak, kita bisa mengikuti beberapa tips ini:

Berikan Setelah Berhasil

Kita sebaiknya memberikan hadiah kepada anak jika ia telah berhasil melakukan hal yang menjadi tujuan hadiah tersebut berkali-kali.

Misalnya, sudah mampu bangun pagi selama 10 hari berturut-turut, kemudian baru kita kasih hadiah. Hal ini bertujuan agar setelah diberi hadiah, anak tetap melakukan hal tersebut hingga menjadi kebiasaan.

Cari Saat yang Tepat

Jangan terlalu sering memberikan hadiah dalam bentuk materi kepada anak. Pasalnya, hal ini dapat membuatnya menjadi ketergantungan dengan hadiah saat ingin mencapai sesuatu.

Ketahui kapan harus menggunakan hadiah dalam bentuk materi untuk memotivasi anak. Pujian dan perhatian harus selalu digunakan bersama dengan atau tanpa hadiah materi. Kedua hal tersebut dapat membuat hubungan kita dengan anak makin baik.

Pilih hadiah dalam bentuk materi yang disukai anak dan berbeda-beda di setiap kesempatan agar daya tarik anak terhadap hadiah tersebut tetap besar, sehingga anak akan terus berusaha untuk mencapainya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*