Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Haji Mulyanto Utomo Bagikan Pengalaman Berhaji Pakai Kursi Roda di Buku ‘Orang Lumpuh Naik Haji’

Haji Mulyanto Utomo (kiri) dan istri, Hajah Andriani Kusumaningrum (kanan), saat bedah Buku Orang Lumpuh Naik Haji, Sabtu (17/8/2019) siang. Acara digelar di Rumah Makan Taman Sari, Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar, Jateng. FOTO : Junianto Setyadi

CANTIEQ.COM, KARANGANYAR – Penerbit Smart Media menggelar acara Launching dan Bedah Buku terbaru karya Haji Mulyanto Utomo berjudul Orang Lumpuh Naik Haji.

Acara ini digelar di Rumah Makan Taman Sari, Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Sabtu (17/8/2019) siang.

Adapun Mulyanto Utomo adalah seorang seorang penyandang difabel .
paraplegia.

Akibat kecelakaan mobil, tahun 2008 silam, Mulyanto tak bisa berjalan karena lumpuh total dari pinggang hingga ujung kaki, sehingga sehari-hari memakai kursi roda.

Meski demikian, jurnalis senior yang dikenal sebagai mantan Pemimpin Redaksi Koran Solo Pos ini tetap berusaha beraktivitas biasa.

Termasuk, menunaikan ibadah haji pada tahun 2017 lalu, bersama sang istri, Ny Andriani Kusumaningrum.

Ia kemudian menuliskan pengalaman naik haji itu dalam sebuah buku, yang diluncurkan dan dibedah pada Sabtu (17/8/2019) hari ini.

Adapun sebelum acara inti launching dan bedah buku, digelar perayaan wedding anniversary pasangan Mulyanto dan Andriani yang ke-28.

Pasangan ini menikah pada 17 Agustus 1991, dan telah dikaruniai 4 orang putra-putri.

Putra pertama telah menikah, dan memberikan seorang cucu bagi Mulyanto dan istri.

Perlu Ikhtiar Nyata

Dalam cover belakang buku tertulis, antara lain, ketika seorang Muslim ingin menjalankan ibadah haji dan umrah, mereka sejatinya tak sekadar butuh niat, tetapi juga benar-benar perlu ikhtiar yang nyata.

“Ini memang bukan buku agama, tetapi kisah pengalaman saya sebagai difabel paraplegia saat menjalankan ibadah umrah dan haji,” ungkap Mulyanto.

Alumnus Jurusan Komunikasi Massa Fisipol UNS Solo tersebut menyampaikan bahwa ibadah haji bukanlah ibadah yang ringan untuk dijalankan.

Ibadah haji perlu persiapan fisik dan mental yang benar-benar ekstra, apalagi bagi dirinya yang merupakan seorang difabel paraplegia.

“Saya tidak menyangka akhirnya bisa menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2017 yang lalu,” katanya mengenang.

“Semua ini tak lepas dari berbagai dukungan yang diberikan istri, anak-anak, keluarga, dan kerabat.”

“Semua saya ceritakan di buku ini,” kata Mulyanto menambahkan.

Adapun pembedah buku Mulyanto adalah Ustaz Bambang Nugroho Putro dari Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri.

Dahulu ia menjadi pembimbing ibadah umrah dan haji Mulyanto beserta istri, Andriani Kusumaningrum.

Penuh Hikmah

Bambang menyampaikan bahwa buku Orang Lumpuh Naik Haji penuh hikmah.

“Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah perjalanan Mas Mulyanto, bukan hanya saat berumrah atau berhaji saja, tetapi juga kehidupan beliau secara umum,” katanya.

“Semangatnya sangat luar biasa,” ujar Ustaz Bambang memuji.

“Kebetulan saya sudah kenal dengan Mas Mul dan Bu Andri ini sejak lama, jadi saya cukup tahu bahwa pasangan ini memang bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.”

“Saat di Tanah Suci pun demikian, mereka senantiasa saling menguatkan satu sama lain,” ucapnya.

Kisah romansa pasangan Mulyanto dan istri pun tak terlewat mewarnai pembahasan buku ini.

Kesetiaan sang istri yang sangat luar biasa ketika harus mendampingi suami dalam suka maupun duka, dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang berjuang untuk membangun sebuah keluarga.

Wajar bila akhirnya Mulyanto menulis tentang fakta bahwa di balik pria kuat ada wanita yang hebat dalam salah satu bab di bukunya.

“Saat menjalankan ibadah haji, saya benar-benar bersyukur dipertemukan dengan banyak orang baik,” ujar Mulyanto.

“Mereka yang banyak membantu saya, menggendong saya saat naik dan turun bus tipe high deck, dan bantuan-bantuan lainnya.”

” Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya,” ujar Mulyanto menegaskan. (Junianto Setyadi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*