Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Sediakan Telingamu untuk Mendengar

Kolom Mata Hati

Hari minggu pagi…seorang ibu bertemu saya dan bertanya dengan mengeryitkan dahi.

foto profil
Istimewa
Ant. Judi Hadianto
Asisten Konselor Perkawinan

“Bagaimana bisa…anak-anak saya bisa terbuka dengan Anda, dan menceritakan segala hal?. Sedangkan dengan saya…mereka tertutup?”

Saya mengatakan, bahwa saya menyediakan telinga untuk mendengarkan mereka dan menyediakan hati utk memahami mereka.

Ibu: Saya heran…nasihat saya tak pernah digubris oleh mereka.

Saya: Ibu bukan menasihati tapi mengkritik mereka.

Ibu: Terus…saya harus bagaimana?

Saya: Sediakan telinga ibu untuk mendengarkan mereka dan hati ibu untuk memahami mereka…dengan penuh empati.

***

Mendengar untuk Memahami

Suatu saat kami harus diskusi di tempat kerja.

Seorang teman membeberkan analisa dan teman yang lain langsung menyela dengan analisa yang lain pula.

Sampai pada suatu ketika keduanya bingung.

Saya cuma bilang…dengarkan dahulu satu sama lain dan pahami..

Kita memang sering berkutat dengan pendapat masing-masing dan menjejalkan pendapat kita tanpa melihat maksud komunikan kita.

Akibatnya yaaa….bingung.

Itu pula yang sering terjadi bila kita bertemu dengan apa yang namanya PRASANGKA.

Bukankah sensasi seharusnya membentuk persepsi?

Dan kita masing-masing mempunyai kemampuan mengendalikan persepsi?

Itu pula yang saya lakukan setiap bertemu konseli saya saat sesi konseling.

Mendengarkan untuk memahami.

Penulis:

Ant. Judi Hadianto

Asisten Konselor Perkawinan

[email protected]

4 Comments on Sediakan Telingamu untuk Mendengar

  1. Itulah mengapa kita diberi telinga 2 dan bibir 1, bukan sebaliknya. Tujuannya utk lebih peka mendengar drpd berkata2. Begitupun mjd org tua, anak2 lbh gampang meniru tingkah laku kita drpd ucapan kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*